Selasa, 01 Januari 2013

PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN



Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia merupakan suatu dasar nilai dan norma untuk mengatur penyelenggaraan negara. Sebuah ideologi bukanlah sesuatu yang bisa berdiri sendiri dan terlepas dari kenyataan kehidupan masyarakat yang meyakininya. Ideologi membimbing bangsa dan negara untuk mencapai tujuan melalui realisasi pembangunan.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Paradigma diartikan sebagai kerangka berfikir. Thomas S Khun dalam bukunya yang berjudul The Structure of Scientific Revolution yang terbit pada tahun 1962 mengartikan paradigma dalam dua konsep utama, yaitu :
~ Paradigma semacam model berpikir yang dijadikan contoh oleh para ilmuwan yang melakukan kegiatan keilmuannya di dalam paradigma itu.
~ Paradigma merupakan kerangka keyakinan atau komitmen intelektual yang memberi batasan tentang masalah dan prosedur serta metode penyelesaiannya.
Sedangkan kata pembangunan sendiri dalam bahasa inggris disebut development menunjukan adanya pertumbuhan, perluasan ekspansi yang berhubungan dengan keadaan yang harus digali dan yang harus dibangun agar tercapainya kemajuan di masa mendatang. Secara sederhana pembangunan bisa diartikan sebagai serangkaian kegiatan yang ddilakukan untuk mengadakan suatu perubahan dengan tata nilai yang lebih baik.
Pembanguanan nasional sebagai pengamalan nilai-nilai dari Pancasila bisa diartikan sebagai usaha bersama untuk meningkatkan kualitas masyarakat Indonesia yang dilakukan secara berkelanjutan, yang dilandasi dengan kemampuan nasional untuk mengelola dan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, sumber daya alam dan memperhatikan perkembangan dunia. Dalam pelaksanaan pembangunan  nasional hars berdasarkan kepribadian bangsa dan nilai-nilai luhur Pancasila yang universal sehingga tercipta kehidupan bangsa Indonesia yang seimbang baik dalam perilaku ataupun dalam sikap.
Pembangunan nasional harus selaras dengan tujuan nasional. Tujuan nasional sesuai dengan Alinea ke-4 dalam Pembukaan UUD 1945 yaitu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa serta ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Kedudukan Pancasila sebagai paradigma pembangunan nasional harus memerhatikan konsep berikut ini :
~ Diletakan sebagai kerangka berpikir yang objektif dan rasional dalam membangun kepribadian bangsa.
~ Dijadikan sebagai landasan pembangunan nasional dimana perubahan yang terjadi dalam masyarakat dan bangsa akibat dari pembangunan yang menempatkan Pancasila yang dapat dirasakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
~ Merupakan arah pembangunan nasional dimana dalam tahap-tahap pembangunan adalah usaha untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila.
~ Merupakan etos pembangunan nasional untuk mewujudkan visi bangsa Indonesia dimasa depan untuk menciptakann misi pengamalan Pancasila secara konsisten dalam segala aspek kehidupan.
~ Sebagai moral pembangunan dimana nilai-nilai luhur Pancasila dijadikan tolok ukur dalam melaksanakan pembangunan nasional baik dalam perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, maupun evaluasi.
Pembangunana nasional harus dapat memerhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut :
~ Hormat terhadap keyakinan religius.
~ Hormat terhadap martabat manusia sebagai pribadi (subjek).
~ Kesatuan sebagai bangsa yang melayani segala bentuk sektarianisme. Ini berarti komitmen kepada nilai kebersamaan seluruh bangsa dan komitmen moral untuk mempertahankan eksistensi dan perkembangan bangsa.
~ Nilai-nilai yang terkait dengan persamaan politik, hak asasi, hak-hak, kewajiban kewarganegaraan. By(_*Siti Rulia*_)
Sumber :  Tim Edukatif HTS. Modul Kewarganegaraan Untuk Semester                      Gasal SMA/MA Kelas XII. CV. Hayati Tumbuh Subur. Surakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar