Selasa, 01 Januari 2013

NILAI-NILAI YANG TERKANDUNG DALAM SILA PANCASILA



Nilai adalah sesuatu yang berharga, berguna, indah, memperkaya batin, dan menyadarkan manusia akan harkat dan martabatnya. Dalam Dictionary of Sociology an Related Sciences nilai adalah suatu kemampuan yang dipercayai yang ada pada suatu benda untuk memuaskan manusia. Menurut C Klukhon, nilai bukanlah keinginan melainkan apa yang diinginkan. Sedang menurut Kamus ilmiah populer nilai adalah ide tentang apa yang baik, benar, bijaksana, dan apa yang berguna, sifatnya lebih abstrak dari norma.
Nilai dibagi menjadi dua macam yaitu nilai yang mendarah daging dan nilai dominan.
~ Nilai yang mendarah daging yaitu nilai yang sudah menjadi kepribadian bawah sadar atau yang mendorong timbulnya tindakan tanpa berpikir panjang lagi. Contohnya : orang yang taat beragama maka akan menderita saat ia melanggar larangan dari norma agama tersebut.
~ Nilai dominan yaitu nilai yang dianggap lebih penting daripada nilai-nilai yang lain. Beberapa pertimbangan dominan atau tidaknya nilai tersebut bisa dilihat dari :
*  Banyaknya orang yang menganut nilai tersebut.
* Lamanya nilai tersebut dirasakan oleh anggota kelompok tersebut.
* Tingginya usaha mempertahankan nilai tersebut.
* Tingginya kedudukan orang-orang yang membawakan nilai tersebut.
Pancasila di rumuskan bukan semata tanpa arti. Dalam setiap sila dalam Pancasila mengandung nilai-nilai luhur. Nilai-nilai inilah yang jika diterapkan secara konsisten dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dapat menjadi pendorong untuk kemajuan bangsa.

Menurut Dardji Darmidihardjo niali-nilai yang terkandung dalam sila-sila Pancasila yaitu sebagai berikut :
Sila pertama yaitu Ketuhan yang Maha Esa mengandung nilai antara lain keyakinan terhadap Tuhan yang Maha Esa dengan sifat-sifat-Nya yang Maha Sempurna, yakni Maha Kasih, Maha Kuasa, Maha Adil, Maha Bijaksana, dan lain-lain sifat yang suci serta ketaqwaan terhadap Tuhan yang Maha Esa yakni menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Sila pertama ini meliputi dan menjiwai sila-sila selanjutnya.
Sila pertama ini mencerminkan bahwa suatu keharusan bagi masyarakat warga Indonesia menjadi masyarakat yang beriman kepada Tuhan dan masyarakat yang beragama. Negara yang berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa itu adalah negara yang menjamin kebebasan untuk memeluk agama dan beribadat menurut agama dan kepercayaan masing-masing.
Akan lebih baik jika nilai yang terkandung dalam sila pertama ini diterapkan oleh seluruh rakyat Indonesia segera dilakukan agar Konflik Poso yang pernah terjadi di Sulawesi Tengah antara Islam dan Kristen yang terjadi hingga tiga kali tidak akan terulang kembali di Indonesia.
Sila kedua adalah kemanusiaan yang adil dan beradab. Nilai yang terkandung dalam sila ini antara lain pengakuan terhadap adanya martabat manusia, perlakuan yang adil terhadap sesama manusia, pengertian manusia yang beradab yang memiliki daya cipta, rasa, karsa, dan keyakinan sehingga jelas adanya perbedaan antara manusia dengan hewan. Nilai sila ini diliputi dan dijiwai sila I, meliputi dan menjiwai sila III, IV, dan V.
Sila ini mencerminkan agar bangsa Indonesia membentuk suatu kesadaran tentang keteraturan sebagai asas kehidupan untuk menjadi manusia sempurna. Manusia yang peradabannya maju akan lebih mudah menerima kebenaran, lebih mungkin untuk mengikuti tata cara dan pola kehidupan masyarakat yang teratur, dan mengenal hukum universal. Kesadaran inilah yang harus diterapkan dalam kehidupn agar tercipta kehidupan yang penuh toleransi.
Sila ketiga adalah Persatuan Indonesia. Nilai yang terkandung dalam sila ini antara lain persatuan Indonesia adalah persatuan bangsa yang mendiami wilayah, bangsa Indonesia adalah persatuan suku-suku bangsa yang mendiami wilayah Indonesia, Pengakuan terhadap ke-Bhineka Tunggal Ika-an suku bangsa(etnis) dan kebudayaan bangsa (berbeda-beda namun satu jiwa) yang memberikan arah dalam pembinaan kesatuan bangsa. Nilai sila ini diliputi dan dijiwai sila I dan II, meliputi dan menjiwai sila  IV, dan V.
Persatuan adalah gabungan yang terdiri atas beberapa bagian. Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk dalam proses sejarah perjuangan panjang dan terdiri dari bermacam-macam kelompok suku bangsa dan sila ini menegaskan pada bangsa Indonesia perbedaan bukan untuk dipertentangkan tetapi hal tersebut akan menjadi sesuatu yang luar biasa jika dijadikan persatuan Indonesia.
Sila keempat adalah kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Nilai yang terkandung dalam sila ini antara lain menegaskan bahwa kedaulatan negara ada ditangan rakyat, pimpinan kerakyatan adalah hikmat kebijaksanaan yang dilandasi oleh akal sehat, manusia Indonesia sebagai warga Indonesia dan masyarakat warga Indonesia mempunyai kedudukan hak dan kewajiban yang sama, musyawarah untuk mufakat dicapai dalam permusyawaratan wakil-wakil rakyat. Nilai sila ini diliputi dan dijiwai sila I, II, dan  III, meliputi dan menjiwai sila  V.
Prinsip-prinsip kerakyatan untuk membangkitkan bangsa Indonesia adalah kerakyatan yang mampu mengendalikan diri dan mengusai diri untuk menciptakan perubahan pada kebangkitan bangsa. Hikmah kebijaksanaan bisa diartikan sebagai kondisi rakyat yang harus berpikir dalam tahap yang lebih tinggi sebagai bangsa, dan membebaskan diri dari pemikiran kelompok dan aliran tertentu yang sempit.
Sila kelima yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Nilai yang terkandung antara lain perwujudan keadilan sosial dalam kehidupan sosial atau kemasyarakatan meliputi seluruh bangsa Indonesia, keadilan dalam kehidupan sosial terutama meliputi bidang-bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial, kebudayaan dan pertahanan keamanan nasional (Ipoleksosbudhankamnas), cita-cita masyarakat adil makmur, material dan spiritual yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia, dan cinta akan kemajuan dan pembangunan. Nilai sila ini diliputi dan dijiwai sila I, II, III, dan  IV.
Nilai keadilan adalah nilai yang menjunjung norma berdasarkan ketidak berpihakkan, keseimbangan, serta pemerataan terhadap suatu hal. Setiap bangsa Indonesia mempunyai kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang serta belajar hidup. Segala usaha diarahkan untuk menggali potensi rakyat, membangun perwatakan sehingga bisa meningkatan kualitas rakyat. Dengan demikian kesejahteraan yang meratapun bisa tercapai. By(_*Siti Rulia*_)
Sumber :  Tim Edukatif HTS. Modul Kewarganegaraan Untuk Semester                      Gasal SMA/MA Kelas XII. CV. Hayati Tumbuh Subur. Surakarta.



3 komentar:

  1. makasi buat ilmu yang di tuangkanya mudah-mudahan berfungsi bagi saya dan orang lain.

    BalasHapus
  2. Makasih . Lumayan buat belajar sambil menunggu buku ppkn kurikulum 13

    BalasHapus